“Berdasar UU apartemen boleh dipasarkan kendati proyek konstruksi baru mencapai progres 20 persen”

Abdul Roup, SH

Advokat AFP Law Firm

Surabaya saat ini sedang tumbuh dengan pesatnya. Pola pembangunannya tidak lagi menapak. Namun, vertikal. Itu karena sediaan lahan yang menipis. Sedangkan kebutuhan tanah dan tempat tinggal semakin meningkat.

Karena itu tidak heran bila penyediaan kebutuhan tempat tinggal di Surabaya turut berubah. Pengembang lebih memilih membangun apartemen. Lihatlah, saat ini di Surabaya, dimana-mana apartemen. Selatan, Barat, Pusat, Timur semuanya apartemen.

Lantas apa panduan untuk membeli apartemen? Apartemen seperti apa yang harus dipilih?

Pertanyaan semacam itu tentu membayangi para calon konsumen. Jangan sampai kita tergiur dengan harga yang terjangkau, namun proyek apartemen itu tidak kunjung terealisasikan. Bukankah di Surabaya sudah ada kasus semacam itu? Bahkan karena tidak terealisasi sampai bersengketa di pengadilan. Karena itu, pintar-pintarlah menjadi konsumen apartemen.

Berdasar UU No 20 Tahun 2011 ada beberapa persyaratan yang harus dipenuhi pengembang sebelum membangun apartemen. Persyaratan itu di antaranya peruntukan ruang, hak atas tanah, pertelaan, jaminan pembangunan apartemen dari penjamin dan izin mendirikan bangunan (IMB).

Berdasar UU Rumah Susun memang ada istilah yang membuat kita berkerut dahi. Bisa dibilang istilah tersebut jarang terdengar. Istilah tersebut adalah pertelaan. Orang banyak yang salah kaprah mengenai hal ini. Tak sedikit yang menganggap pertelaan adalah pemecahan sertifikat hak atas tanah.

Padahal, pertelaan adalah keterangan mengenai suatu hal tentang hak atas bagian bersama, benda dan tanah bersama dari apartemen yang bersangkutan.

Nah, apabila Anda tidak menemukan kejanggalan dari semua itu, bolehlah Anda mewujudkan mimpi untuk membeli apartemen.
Berdasar UU apartemen boleh dipasarkan kendati proyek konstruksi baru mencapai progres 20 persen. Tentu, sebagai pembeli Anda akan lebih yakin membeli apartemen mana kala progres proyeknya melebihi dari itu.

Ketika akan membeli, oleh pengembang kita akan disodorkan Perjanjian Pengikatan Jual Beli (PPJB). Perjanjian ini menunjukkan kesungguhan kita membeli apartemen tersebut. Ketika akan diteken, ada baiknya Anda cek lagi IMB. Sebab, keberadaan dokumen itu akan memastikan bahwa gambar dan rencana apartemen tidak akan berubah.

Selain itu, Anda tanyakan ketersediaan utilitasnya akan seperti apa. Misalnya mengenai penyediaan jaringan air bersih, penyediaan jaringan listrik dan telekomunikasi.

Jangan sampai Anda membeli, lalu kebingungan dengan itu semua. Bila Anda simak, UU tidak mengatur hal tersebut secara mendetail.
Namun demikian, sebagai konsumen hak anda dijamin oleh UU No 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen. Pada pasal 7 digariskan bahwa pelaku usaha harus beriktikad baik selama menjalankan usahanya. Termasuk memberikan informasi yang benar dan jujur mengenai barang/jasa. Jangan sampai karena terburu-buru, malah merugikan Anda sendiri. Semoga bermanfaat. (*)

× Klik untuk konsultasi