Terhadap pembayaran yang mengalami masalah, ada baiknya dilakukan upaya-upaya administrasi terlebih dahulu. Sebelum Anda membawanya ke jalur hukum.

Dwi Nurgianto, SH
Advokat AFP Law Firm

APAKAH pada handphone Anda pernah masuk pesan tawaran pinjaman. Syarat tidak ribet. Pinjaman bisa cair dengan cepat. Bahkan plafon kredit bergantung dengan dengan kebutuhan yang Anda inginkan. Rp 5 juta, Rp 10 juta atau Rp 20 juta bisa disetujui. Namun demikian, Anda harus menyetujui banyak persyaratan. Di antaranya menyetujui menyebar data-data pribadi. Yang biasanya Anda sendiri tidak menyadarinya. Tidak sempat membacanya karena saking tergiurnya tawaran tadi. Ya, itulah pinjaman online.

Ya, akhir-akhir ini pinjaman online memang lagi populer di tengah masyarakat kita. Namun, demikian tidak sedikit pula yang mengeluhkan praktik dari pinjaman online tersebut. Betapa tidak, ketika terjadi gagal bayar, tiba-tiba ada orang yang mengontak Anda setiap hari. Menagih utang agar segera dibayar. Belum lagi, problem yang Anda hadapi tersebut ternyata juga disebarkan kepada semua orang. Bahkan, ada embel-embel dengan kata-kata yang tidak pantas.

Seharusnya, apabila Anda memiliki pinjaman, memang harus dibayar. Bahkan utang tersebut harus dilunasi. Secara hukum ketika Anda menyepakati persyaratan dalam pinjaman online tersebut, berarti Anda sudah terikat dengan perjanjian utang piutang. Pengenaan bunga biasanya juga sudah diatur dalam perjanjian tersebut. Justru, ketika Anda tidak melunasinya bisa terkategorikan melakukan ingkar janji atau wanprestasi. (pasal 1238 KUH Perdata).

Sejak awal Anda harus jeli sebelum melakukan pinjaman online tersebut. Baca secara seksama terlebih dahulu persyaratan-persyaratannya. Jangan sampai ada yang terlewat. Sesuaikan juga dengan kemampuan Anda melunasi utang tersebut. Bahkan, Anda harus jeli. Anda harus menelusuri dulu. Apakah lembaga pinjaman online tersebut terdaftar dalam otoritas jasa keuangan (OJK). Bila tidak abaikan saja.

Namun demikian, apabila Anda sudah terjebak dalam pinjaman online tersebut. Sebaiknya Anda hubungi advokat. Tanyakan langkah-langkah apa yang bisa ditempuh. Terlebih lagi, bila pinjaman Anda mencapai ratusan atau miliaran juta rupiah.

Terhadap pembayaran yang mengalami masalah, ada baiknya dilakukan upaya-upaya administrasi terlebih dahulu. Sebelum Anda membawanya ke jalur hukum. Misalnya melalui penjadwalan kembali (rescheduling), reconditioning, restructuring (penataan kembali) dalam hal ini misalnya menambahkan tunggakan pembayaran pinjaman dengan pokok utang. 

Bagaimana menghadapi tagihan pinjaman online yang mencekik ? Bayangkan saja. Gara-gara terjebak pinjaman online, banyak warga yang hidupnya harus gali lubang tutup lubang. Betapa tidak. Untuk melunasi utang yang pertama tadi, seseorang akhirnya terhubung dengan aplikasi pinjaman online yang baru. Saya dengar kabar, ada seseorang yang sampai menjual satu-satunya rumah yang dimiliki karena sampai terjebak pinjaman di 30 aplikasi pinjaman online. Jika jatuh tempo, semuanya menagih dengan cara-cara yang intimidatif. Menyesakkan.

Namun demikian, bila cara penagihan tersebut sudah di luar batas kewajaran. Tentu Anda bisa bertindak mengadukan pinjaman online karena telah menyebarkan data pribadi Anda. Sesuai dengan pasal 48 UU ITE. Bisa juga Anda mengambil langkah-langkah lain. Apabila penagihan tersebut sudah melakukan kekerasan fisik, maka Anda bisa mengadukan sesuai dengan pasal 35i KUHP. Pasal penagihan dengan pengancaman pasal 368 KUHP. Silakan berdiskusi dengan Advokat anda. Semoga bermanfaat. (*)

× Klik untuk konsultasi