Dwi Nurgianto
Advokat AFP Law Firm

Anak angkat berhak mendapatkan bagian harta sesuai kadar wasiatnya selama tidak melebihi sepertiga dari harta orang tuanya.

Assalamu’alaikum Wr. Wb.
Saya Arifin. Saya anak kedua dari tiga bersaudara. Ceritanya, orang tua saya mengangkat anak dari adik ibu saya sebagai anak angkat. Dia sudah tinggal di rumah kami selama tiga tahun. Yang ingin saya tanyakan, bagaimana status dan hak waris saudara angkat saya itu ya?
Atas perhatiannya saya ucapkan terima kasih.

 

Terima kasih Mas Arifin.
Perlu saya sampaikan tentang definisi anak angkat. Anak angkat adalah anak yang dalam pemeliharaan untuk hidupnya sehari- hari, biaya pendidikan, dan sebagainya beralih tanggung jawabnya dari orang tua asal kepada orang tua angkatnya berdasarkan putusan pengadilan. (Pasal 171 huruf H Kompilasi Hukum Islam)
Nah, menurut hukum Islam pengangkatan anak tidak membawa akibat hukum dalam hal hubungan darah, hubungan wali mewali, dan hubungan waris mewaris dengan orang tua angkat. Dia tetap menjadi ahli waris orang tua kandungnya dan anak tersebut tetap memakai nama dari ayah kandungnya.
Untuk melindungi haknya anak adopsi maka orang tua angkat dapat memberikan wasiat asalkan tidak melebihi 1/3 harta peninggalannya. Hal ini diatur dalam Pasal 209 Kompilasi Hukum Islam. Dalam hukum Islam, prinsip kewarisan adalah adanya hubungan darah.
Pasal 171 huruf c Kompilasi Hukum Islam, ahli waris adalah orang yang pada saat meninggal dunia mempunyai hubungan darah atau hubungan perkawinan dengan pewaris, beragama Islam dan tidak terhalang karena hukum untuk menjadi ahli waris.
Masalah hak waris anak angkat pernah dibahas dalam musyawarah nasional alim ulama Nahdlatul Ulama pada 2017 di Nusa Tenggara Barat. Hasilnya : ”Anak angkat tidak berhak mendapatkan bagian dari tirkah dengan berdasar wasiat wajibah dari orang tua angkatnya. Tetapi apabila orang tua angkat berwasiat, maka anak angkat berhak mendapatkan bagian harta sesuai kadar wasiatnya selama tidak melebihi sepertiga dari harta orang tuanya. Apabila melebihi sepertiga dari harta orang tuanya, maka ia harus mendapatkan persetujuan ahli waris.”
Dari pemaparan di atas, disimpulkan bahwa saudara angkat Mas Arifin tidak berhak atas warisan orang tua Mas Arifin. Saudara angkat berhak menerima wasiat dari orang tua angkat.
Demikian Mas Arifin. Semoga bermanfaat…

Dwi Nurgianto, SH
Advokat AFP LAW FIRM

× Klik untuk konsultasi