Addendum biasanya menyangkut banyak hal. Bisa terkait penambahan atau mengurangi volume, mengubah spesifikasi barang/jasa yang diperjanjikan, dan mengatur ulang pemenuhan jadwal.

Abdul Fatah, SH., MH

Managing Partners AFP Law Firm

AKHIR-akhir ini ada kata kata yang sering terdengar di kalangan pebisnis. Apa itu? Addendum.

Maklum saja, di masa pandemi Covid-19 ini banyak transaksi bisnis yang tiba tiba gagal. Banyak sekali pelaku bisnis yang tidak bisa memenuhi kontrak bisnisnya secara baik.

Itu terjadi karena banyak sebab. Beberapa daerah menerapkan social distancing. Sehingga mobilitas distribusi barang dan jasa tidak mudah lagi. Sementara kontrak dibuat untuk pemenuhan barang dan jasa tadi.

Namun bagaimana seharusnya addendum itu berlaku? Ya, perlu tidaknya addendum tentu sangat bergantung dengan kreditur atau debitur itu sendiri. Mereka merasa perlu addendum ataukah tidak. Jangan jangan apa yang dikehendaki para pihak sebenarnya sudah diatur di dalam kontrak itu sendiri. Namun kita kurang jeli mereview kontrak tadi.

Addendum dalam pengertiannya adalah perubahan atas suatu kontrak atau perjanjian dengan penambahan klausula/pasal yang dibuat secara tertulis terpisah dari perjanjian pokoknya. Namun demikian, addendum menjadi bagian tidak terpisahkan dari perjanjian pokok tadi.

Addendum biasanya menyangkut banyak hal. Bisa terkait penambahan atau mengurangi volume, mengubah spesifikasi barang/jasa yang diperjanjikan, dan mengatur ulang pemenuhan jadwal.

Yang pasti dalam menyusun kontrak maupun addendum para pihak bebas menentukan isi dan bentuknya. Namun yang harus diperhatikan penyusunan addendum tadi tidak boleh bertentangan dengan undang undang dan kesusilaan (1337 KUH Per). Begitu disepakati, addendum juga berlaku sebagai undang undang bagi pihak pihak yang membuatnya. (1338 KUH Per).

Bagaimana agar penyusunan addendum sesuai dengan kaidah undang undang dan kesusilaan tadi? Ada baiknya Anda, para pelaku bisnis berkonsultasi dengan advokat/konsultan hukum. Pilih dari mereka yang benar benar memahami hukum perjanjian secara baik. Tujuannya agar addendum atas kontrak tidak memberatkan Anda sendiri.

Ingat, hukum kontrak memberikan keleluasaan Anda mengatur sendiri kontrak bisnis itu. (*)

× Klik untuk konsultasi